“Satu Dalam Keberagaman”

Alasan pemilihan bangunan ini dalam blog arsitektur adalah karena konsepnya yang unik yaitu konsep kebersamaannya dengan tema “Satu Dalam Keberagaman”, dimana 4 keluarga yang berbeda-beda dengan 4 rumah berbeda sepakat untuk berbagi dalam 1 lahan. Selain itu juga karena keunikannya dalam pemilihan material yaitu pemakaian material bekas yang sekaligus sebagai upaya penghematan energi.
Konsep Bangunan

Rumah ini didesain untuk 4 keluarga yang berbeda, namun semangat kebersamaan memungkinkan hilangnya batas kapling yang tegas. Meskipun begitu, program ruangnya yang kreatif tetap memunculkan karakter yang berbeda – beda dari tiap keluarga.

Taman dikumpulkan di tengah rumah, menyatukan keempat rumah dan sebagai pusat orientasi.

 
Konfigurasi rumah yang tidak menempel pada batas lahan, lebar rumah yang tipis dengan sirkulasi/koridor tunggal, dan celah-celah antar massanya, memungkinkan aliran angin yang lancar ke semua ruangan. Kipas angin plafon ditambahkan di beranda lantai 1 dan halaman lantai 3 yang digunakan ketika angin tidak bergerak.
Seperti pada rumah Betawi, beranda diletakkan di lantai 1, sebagai ruang terbuka bersama yang multifungsi, ruang makan & dapur bersama yang terkoneksi dengan biogas (sebagai bahan bakar), dan ruang terbuka untuk menerima tamu dan interaksi sosial berbagai komunitas yang sangat dinamis.
 

Masing – masing warna mewakili keluarga yang berbeda

Selain penggunaan material bekas, untuk menghemat biaya pembangunan dan efisiensi ruang, sekat-sekat ruang menggunakan lemari (semua furnitur merupakan furnitur bekas kayu tua / kayu pinus bekas peti kemas / bambu).
Atap rumah #3 & #4 menggunakan fiber semen (non asbestos) yang murah & hanya membutuhkan gording, dapat menggunakan bambu. Untuk mengurangi panas matahari, atap fiber semen dirambati pohon rambat. Sisa-sisa kayu atap rumah lama dapat digunakan untuk fungsi lain, misal rangka lantai atau kusen.
 
Struktur
Untuk lantai 1 dan 2 menggunakan struktur rangka beton bertulang dan untuk lantai 3 dan 4 menggunakan struktur panggung dr kayu kelapa, sehingga dapat mengurangi beban yang terjadi.
 
Material
Kebanyakan material yang digunakan merupakan material bekas seperti bambu, batu bata merah, genting keramik, terakota, rooster keramik & beton, batu alam, batako, kayu keras, grassblock, pavingblock, kayu pinus bekas peti kemas, glass block, berbagai jenis kaca, keramik, teraso, ubin, dll. Selain murah, ramah lingkungan, hemat energi, penggunaan material bekas juga dapat meningkatkan suasana alami, dan hampir tidak memerlukan perawatan selama rumah digunakan.
 

Untuk informasi lebih lengkap mengenai bangunan ini dapat dilihat pada link di bawah ini,

SUMBER

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s