Vitra Fire Station / Zaha Hadid

Gambar Perspektif

Setelah kebakaran pada tahun 1981 yang menghancurkan kampus desain Vitra di Weil am Rhein, Jerman, Vitra memulai misi yang baru untuk membangun kembali kampus serta mendesain ulang masterplan, yang dirancang oleh Nicholas Grimshaw. Hampir satu dekade setelah kebakaran dahsyat pada tahun 1981, perusahaan mencari seorang arsitek untuk membangun sebuah stasiun pemadam kebakaran untuk kampus dan ditugaskanlah  Zaha Hadid. Selesai pada tahun 1993, stasiun pemadam kebakaran Vitra menjadi proyek pertama Hadid realisasi karirnya, yang akhirnya akan meluncurkan namanya dan gaya kepada audiens internasional.

Stasiun pemadam kebakaran Vitra adalah pekerjaan Hadid yang menunjukkan bahwa ia (suatu bangunan) dapat  dikembangkan melalui lukisannya (sketsa) sebagai mediator konseptual dalam membantu menemukan hubungan spasial dan bentuk. Stasiun pemadam kebakaran Vitra merupakan sintesis filsafat dan arsitektur yang menghubungkan kampus desain Vitra dengan lingkungan di sekitarnya.

STUDI SITE :

Desain vitra fire station diawali dengan sebuah studi lokasi pabrik secara keseluruhan. Tujuannya adalah meletakkan elemen-elemen bangunan melalui suatu cara agar tidak hilang di antara gudang pabrik yang besar. Elemen-elemen ini juga digunakan untuk menstrukturkan keseluruhan site, memberikan identitas dan ritme pada jalan utama yang melewati komplek. Jalan ini – yang membentang dari pintu utama menuju ujung lain dari site, dimana fire station sekarang berada –dibayangkan sebagai sebuah bentangan zona yang seolah-olah merupakan perpanjangan buatan dari pola linier lahan pertanian dan kebun anggur yang berdekatan. Sehingga, ketimbang mendesain obyek bangunan yang terasing, elemen bangunan dikembangkan sebagai tepian luar dari bentangan zona tersebut, dalam artian mendefinisikan ruang daripada sekedar menempati ruang. Hal ini kemudian dicapai dengan merentangkan program ke dalam bangunan yang panjang, sempit di sepanjang tepian jalan yang menandai tepi dari lokasi pabrik, dan juga berfungsi sebagai penyekat terhadap bangunan-bangunan yang berada di pinggiran.

Stasiun pemadam kebakaran adalah komposisi material beton yang membungkuk dan miring, sesuai dengan kekuatan-kekuatan dinamis konseptual yang menghubungkannya dengan arsitektur lansekap. Bangunan ini dianggap beku dalam gerakan, mempertinggi dinamika kekuatan yang digunakan untuk menciptakan estetika formal yang ditangguhkan dalam keadaan ketegangan menciptakan rasa ketidakstabilan. Beton “pecahan” dan arah bangunan yang meluncur melewati satu sama lain membuat profil, sempit horisontal. Rasa ketidakstabilan diintensifkan sebagai pesawat horisontal yang melewati satu sama lain.

interior stasiun pemadam kebakaran sama kompleks dan spasial secara resmi sebagai eksterior bangunan. Seri dinding berlapis yang bengkok,dan miring untuk mengakomodasi fungsi dari ruang yang terjepit di antara dinding. Lantai kedua memiliki sedikit keseimbangan dengan lantai bawahnya, sehingga ada rasa ketidakstabilan dalam ruang. pengunjung dikenakan ilusi optik dimana sudut dan melihat sekilas membuat warna mulai mendalam.

Di dalam dan keluar stasiun pemadam kebakaran Vitra adalah serangkaian pengaturan spasial yang kompleks yang membangkitkan rasa ketidakstabilan ilusif sementara masih mempertahankan beberapa kemiripan stabilitas dan struktur.

Saat ini, rumah api telah diubah menjadi museum yang menampilkan desain kursi Vitra setelah garis api kabupaten telah digambar ulang.

Architect: Zaha Hadid
Location: Weil am Rhein, Germany
Project Year: 1991-1993
Photographs: © Wojtek Gurak
References: Galinsky, Zaha Hadid Architects

FOTO-FOTO LENGKAPNYA

Tampak belakang (atap yang berbentuk sebuah bidang yang menjulang miring ke atas merupakan bagian yang paling menarik dari bangunan ini)

 

Tampak belakang

 

Tampak samping kiri

 

Tampak samping kanan

 

Tampak depan

(banyak bukaan, memaksilmalkan pencahayaan alami, Bentuk ujung bangunan yang lancip, semakin mempertegas kekuatan bangunan))

Struktur bangunan

(Bentuk bangunan ini memfokuskan pada satu titik, satu point, hal ini merupakan konsep dari Zaha Hadid, bahwa pemecahan fokus dari sebuah titik dapat difungsikan menjadi ruang/space.

Dari gambar juga dapat dilihat bahwa seluruh bangunan dibentuk dengan beton perkuatan ekpose in situ. Perhatian khusus diberikan pada ketajaman semua bagian tepi; semua yang melekat seperti lis atap atau cladding dihindari karena merusak kesederhanaan dari bentuk prismatic dan kualitas abstrak dari konsep arsitektural. Ketidakhadiran detail menginform lapisan kaca tanpa bingkai.)

Interior gedung

Image bangunan

(Begitu melewati ruang fire station, akan tertangkap pandangan sepintas dari mesin pemadam api berwarna merah. Garis-garis pergerakan meraka tergores pada aspal. Sama halnya, ritual latihan pemadam kebakaran akan tergores pada tanah : sebuah rangkaian notasi koreografi.

Keseluruhan bangunan merupakan pergerakan membeku. Mengekpresikan ketegangan dalam kesiap-siagaan dan setiap saat berpotensi meledak dalam aksi. Dinding-dinding muncul menyelip melewati satu sama lain, sedangkan pintu geser yang lebar benar-benar membentuk dinding yang bergerak.)

Interior

(berikut merupakan lorong yang terfokus pada satu titik)

Interior
(seperti konsepnya, “titik yang terpecah ke segala arah” membuat banyak terjadi space berbentuk lorong yang terfokus pada satu titik, pada bangunan ini)

Interior

tangga akses naik turun

(railing tangga berupa garis-garis tak beraturan merupakan sebuah implikasi dari ‘sketsa’ à elemen garis. Sekecil apapun goresan tersebut pada sketsa dapat bermakna)

lantai dua

(lantai beton yang diekspos memperlihatkan kekuatan bangunan. Agar bangunan ini menjadi tampak kokoh dan tegas.)

Sketsa awal

Sketsa awal

rendering

Relief model

ANALISA

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa beliau memulai desainnya melalui sebuah studi lokasi. Bagaimana pun beliau tetap ingin mendudukkan bangunannya dalam konteks lingkungan sekitar. Lokasi yang berada di ujung site yang berseberangan dengan pintu masuk komplek industri dan terletak di antara bangunan-bangunan gudang justru menjadikan bangunan berperan aktif dalam mendefinisikan ‘ruang antara’ tersebut, yakni sebagai penyekat dan pembatas tepi yang transparan sehingga tidak tenggelam di antara lokasi yang telah dipenuhi gudang-gudang besar.

Konsep arsitektural yang digunakan untuk mengatasi persoalan lahan yang memanjang dan relatif sempit pada vitra adalah penggunaan layer dinding-dinding sebagai tempat program ruang terjadi. Tidak sekedar meletakkan program di antara dinding-dinding tersebut, namun beliau juga meciptakan kualitas ruang yang diharapkan dari ruang-ruang tersebut. Dengan ruang yang dibuat membelok ; sehingga ujung ruang lainnya tersembunyi, dan perubahan volume yang melebar, menyempit cenderung mendorong orang tetap bergerak melalui ruang interior.

Ruang interior yang dibuat tidak frontal menurut saya merupakan siasat beliau untuk mengindari ruang yang monoton dalam site eksisting yang memanjang dan sempit sekaligus membuat hubungan ruang yang saling menjalin. Saya kira ini yang dimaksud beliau bagaimana berada dalam ruang yang menyerupai pergerakan yang membeku, tidak sekedar tampilan bentuk eskterior semata yang menunjukkan bangunnan seolah bergerak.

Selain itu, dapat disimpulkan pula bahwa sketsa memegang peranan penting dalam desain arsitektural. Sketsa cepat lebih tepatnya lebih banyak digunakan oleh arsitek-arsitek jaman sekarang dalam mengapresiasikan idenya secara spontan saat bertemu dengan klien. Sifat klien yang terkadang tidak suka bertele-tele atau rumit dan lebih suka dengan sesuatu yang simpel dan mudah dimengerti, mendorong para arsitek dewasa ini untuk lebih bisa memperdalam ilmu sketsa mereka. Diharapkan melalui sketsa, ide itu dapat berbicara. Diharapkan pula melalui sketsa yang simpel, bangunan dapat dimengerti. Berbicara mengenai sketsa, suatu goresan apapun, sekecil apapun tetap mempunyai makna. Sebuah titik kecil dapat menjadi lampu penerangan. Skesta sangatlah penting mendukung suatu karya arsitektural.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s